Selasa, 25 November 2014

Tugas Softskill (wawancara)

Analisis SWOT pada PT Global Solution Technology Aseana

PT Global Solution Technology Aseana adalah perusahaan nasional yang menyediakan produk dan layanan di bidang NDT (Non Destructive Testing) dan Printing Material. Sebagian besar produk yang disediakan berasal dari beberapa kepala sekolah di luar negeri, selain itu, perusahaan ini juga telah membuat produk lokal khusus untuk aksesoris radiografi.

1. Strength (Kekuatan)
-        Menguji barang atau produk sebelum di pasarkan tanpa merusak barang atau produk tersebut.
-        Harga lebih kompetitif jika dibandingkan dengan pesaing lainnya.
-        Unggul dalam hal kecepatan atau kesesuain waktu dalam pengiriman barang
-        Dalam hal pelayanan konsumen ramah, dari segi promosi mudah dimengerti karena dalam penawaran harga selalu menampilkan brosur dengan spesifikasi yang jelas.

2. Weakness (Kelemahan)
-        Terkadang seringkali terjadi kendala atau bermasalah pada saat import barang di bea cukai mengenai masalah perizinan.
-        Pada saat packing barang seringkali terjadi barang reject atau rusak karena terbanting oleh proses ekspedisi pengiriman barang.

3. Opportunity (Peluang)
-        Memiliki beberapa kerjasama dengan beberapa produsen yang ada baik di dalam maupun luar negri seperti K-Data technology, 3E NDT LLC,
-        Sedang ada tender di perusahaan BUMN
-        Sering mengadakan diskon dengan tren menarik

4. Treaths (Ancaman)
-        Banyaknya pesaing
-        Seringkali terjadi hambatan pada tagihan customer yang pending hingga jatuh tempo sehingga terhambat untuk importir tempo 30 hari
-        Spesifikasi terjadi perubahan jika ada model atau seri terbaru



Kamis, 23 Oktober 2014

softskill

Berikut cerita singkat saya mengenai keinginan untuk masuk kuliah hingga akhirnya menjadi mahasiswi Universitas Gunadarma:
            Setelah lulus dari SMA pada tahun 2011 saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Saya sempat mencoba untuk mengikuti tes SNMPTN untuk masuk ke universitas negri namun hasilnya saya tidak lolos tes tersebut. Setelah itu saya mendapat masukan dari saudara saya yang pernah kuliah di universitas Gunadarma yang menyarankan untuk kuliah di universitas Gunadarma. Kemudian saya memutuskan untuk mengikuti saran tersebut dan mulai sejak itu saya mulai mencari info mengenai Universitas Gunadarma.
            Akhirnya saya mendaftar di universitas Gunadarma, bersama teman SMA untuk membeli formulir di kampus E. Pada waktu pendaftaran di perintahkan untuk memilih dua jurusan, kemudian saya memilih jurusan Manajemen dan jurusan Sistem Informasi. Setelah mengikuti tes masuk hasilnya saya diterima di kedua jurusan yang saya pilih itu. Awalnya sempat bingung untuk memutuskan jurusan mana yang akan dipilih, setelah saya pikir-pikir lagi dan tentunya juga menerima masukan dan saran dari keluarga dan orang-orang terdekat, saya memutuskan untuk mengambil jurusan Manajemen.
            Setelah resmi menjadi mahasiswi Universitas Gunadarma, pada awalnya saya mengikuti ospek dari kampus sebelum memulai perkuliahan. Pada waktu itu pembagian kelas saya masuk di kelas EA02. Kesan pertama ketika hari pertama kuliah, saya merasa cukup bingung dengan nama-nama kampus yang ada begitu juga dengan nama , letak gedung juga dengan ruangan kelasnya.
            Hari pertama masuk kuliah belum ada pelajaran hanya perkenalan antara mahasiswa dan dosen. Sampai akhirnya saya punya teman baru di kelas dan mulai akrab dengan teman kelas lainnya juga. Pada awalnya saya merasa capek kuliah karena juga ada praktikum dengan semua aturan yang ada dan tugas tiap minggunya. Pada semester 3 ada pergantian kelas dan saya mendapat kelas di EA14. Sebenarnya ada perasaan sedih juga karena harus berpisah dengan teman yang sudah cukup akrab dan ada rasa malas juga untuk bersosialisasi lagi dengan teman baru.
            Di kelas yang baru yaitu 2EA14 saya sekelas dengan 4 orang teman di EA02 dulu, juga ada teman SMP saya juga. Sampai akhirnya tanpa terasa sudah semester 7, saya merasa sudah akrab satu sama lain. Saya berharap juga bisa lulus sama-sama dan  tepat waktu bersama teman-teman EA14. Amin...

            

CV

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI

1. Nama Lengkap              : Putri Ayuniah
2. Tempat, Tanggal Lahir  : Depok, 29 Oktober 1993
3. Domisili                          : Depok
4. Jenis Kelamin                : Perempuan
5. Agama                           : Islam
6. Status                            : Belum Menikah
7. Tinggi / Berat Badan     : 165 cm / 50 kg
8. Telepon / Hp                 : 021-7715689 / 0821-13536362
9. E-mail                           : putri_ayuniah@yahoo.com


RIWAYAT PENDIDIKAN

A. Formal
1. (2005) Lulus SDN Mekarjaya  27
2. (2008) Lulus MTS Al-hamidiyah
3. (2011) Lulus SMAIT Raflesia

B. Non Formal
1. (2013) Lulus Kursus Brevet A

KETERAMPILAN
1. Menguasai komputer ( MS Word, Excel )



















Kamis, 12 Juni 2014

softskill (tulisan)

Demi Pernikahan Putrinya, Ayah Ini Melakukan Aksi Mengharukan

Gadis mana yang tidak terharu dengan perlakuan ayah seperti ini? Adalah Richard Schaen, lelaki paruh baya yang sangat menginginkan putrinya bahagia di hari pernikahannya. Lelaki kelahiran Ohio ini sudah menyukai komik Marvel dan mengkoleksinya semenjak berusia 19 tahun.
Hobinya dalam mengumpulkan komik yang terkenal dengan tokoh pahlawan seperti spiderman dan Hulk ini memang bisa disebut luar biasa. Akan tetapi, setumpukan komik yang sudah ia koleksi sedari remaja itu kini ia gunakan sebagai modal pernikahan putrinya.
Benar saja! lelaki yang kerap membaca komiknya di loteng ini mulai khawatir ketika melihat sang anak merencanakan pernikahannya. Demi memberikan yang terbaik dalam pernikahan putrinya, ayah terhebat ini tentu tak bisa tinggal diam. Dari kejadian inilah Richard dan sang istri merencanakan untuk menjual salah satu komik kesayangannya untuk biaya pernikahan putrinya.

Komik Langka Milik Richard iVillage.comKomik Langka Milik Richard iVillage.com
Karena sadar dengan kualitas komik yang ia miliki, maka Richard mulai menjual komik yang bertajuk The Amazing Spider-man No.1 itu. Komik yang dimiliki Richard tidak bisa dianggap sebagai komik biasa. Malah, komik ini bisa dikategorikan sebagai komik langka yang sudah tidak diproduksi lagi. Hal ini tentu saja membuat para penggemar dan kolektor lainnya berbondong-bondong menemui Richard untuk membelinya dengan harga yang setimpal.
Hasilnya pun, cukup memuaskan! hanya dengan bermodalkan sebuah komik Spider-man yang ia cintai, Richard berhasil mengumpulkan uang sebesar $, 7000 atau setara dengan 70 juta rupiah! Seperti yang dilansir iVillage.com, Richard mengaku sangat bangga dan bahagia dengan apa yang baru saja dia lakukan.
"Aku mendatangi putriku, dan memberinya pesan kecil dengan gambar Spider-man di depannya sembari mengatakan bahwa uang ini mungkin dapat ia gunakan sebagai biaya katering di hari pernikahannya," tandas Richard.
Hingga kini, Richard masih belum bisa percaya, bahwa komik yang dulunya ia beli seharga 12 sen itu dapat membantunya dalam mewujudkan pernikahan putri kesayangannya. Belum berhenti di situ, Rhichard yang ternyata masih memiliki berbagai komik merencanakan untuk menjual koleksinya sesuai dengan kebutuhannya dan sang istri
"Kami berencana membangun rumah kami, sehingga kami memutuskan untuk menjual semua komik yang saya memiliki," ucap Richard.

sumber:http://www.vemale.com/inspiring/lentera/36013-demi-pernikahan-putrinya-ayah-ini-melakukan-aksi-mengharukan.html

softskill (tulisan)

Kisah Anak Berbakti, Kunyahkan Makanan Untuk Ibunya Yang Lumpuh


Ibu selalu menjadi ratu di hati anak-anaknya. Sosok yang merawat dan membesarkan mereka saat mereka belum bisa apa-apa dan belum tahu banyak tentang kehidupan ini. Namun kisah yang satu ini, akan menyentuh hati nurani Anda.. 
Zhang Rongxiang adalah seorang ibu yang tengah hamil saat sebuah kecelakaan menimpanya pada tahun 2010 lalu. Sejak saat itu, ia koma dan divonis mungkin tak akan pernah bangun lagi. Sang suami, Gao Dejin, dan dokter yang merawat Zhang Rongxiang, menemukan bahwa wanita itu sedang hamil.
Hari-demi hari berlalu, Zhang memang tidak bangun. Namun pada tahun 2011, akhirnya ia melahirkan meski masih dalam kondisi koma. Zhang melahirkan seorang putra yang diberi nama Gao Qianbo. Tak seperti kebanyakan bayi yang lahir, Gao Qianbo tidak merasakan sambutan hangat dan pelukan dari sang ibu.


Gao Dejin, memutuskan membawa istrinya pulang untuk dirawat di rumah. Sang anak juga selalu berada tidak jauh dari sang ibu. Dua tahun berlalu, Gao Qianbo masih setia berada di sekitar ibunya. Ia sudah tumbuh menjadi seorang balita yang lincah.
Dokter memang mengatakan bahwa Zhang mungkin tak akan pernah bangun. Oleh sebab itu, tak mungkin selamanya Gao Dejin membiarkan istrinya di rumah sakit. Sambil terus berharap dan berdoa akan kesembuhan istrinya, Gao Dejin juga merawat sang anak hingga tumbuh jadi balita yang menggemaskan.
Selain menggemaskan, ternyata Qianbo adalah keajaiban yang mematahkan vonis dokter. Pada bulan Mei lalu, suara malaikat kecil Qianbo membangunkan Zhang dari tidur panjangnya selama 2 tahun. Namun wanita ini tak bisa mengunyah makanan. Ia hanya bisa menelan makanan yang masuk di mulutnya. Tak disangka, Qianbo yang masih kecil ini melakukan sesuatu yang sangat menyentuh hati.

Qianbo membantu mengunyahkan makanan bagi ibunya dan menyuapkan makanan dari mulut ke mulut. Koma selama dua tahun memang membuat Zhang Rongxiang mengalami kelumpuhan dan tak bisa bergerak banyak. Namun ternyata, malaikat kecil yang ia lahirkan dan semestinya ia rawat, malah balik merawat ibunya yang sedang tak berdaya.
Kisah hidup Gao Qianbo dan sang ibu ini menunjukkan kasih sayang yang sangat alami di antara ibu dan anak. Seharusnya mungkin seorang ibu yang mencurahkan perhatian dan kasih sayang merawat anaknya yang belum bisa apa-apa. Tapi Tuhan menganugerahkan seorang Qianbo yang begitu penyayang ketika ibunya tak bisa apa-apa.

sumber:http://www.vemale.com/inspiring/lentera/36494-kisah-anak-berbakti-kunyahkan-makanan-untuk-ibunya-yang-lumpuh.html

Selasa, 10 Juni 2014

tugas softskill (tulisan)


Ibu
Cipt: Iwan Fals

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
seperti udara.... kasih yang engkau berikan

tak mampu ku membalas ibu....ibu....

Kamis, 29 Mei 2014

softskill (tulisan)

Kemacetan Jakarta Adalah Masalah Budaya


Kemacetan lalu-lintas memang masalah sehari-hari di Jakarta. Secara statistik, jumlah mobil yang ada di Jakarta jika dibariskan 4 baris, panjangnya akan hampir sama dengan panjang jalan di Jakarta yang Cuma 7.650 km. Demikian pula dengan luasnya, jika satu mobil berikut kelonggarannya diasumsikan 15 meter persegi, maka 3,1 juta mobil di Jakarta luasnya mencapai 46,5km persegi, padahal luas jalan di DKI Cuma 40,1 km persegi saja.
Karena itu kemacetan Jakarta bukan karena masalah jalan atau lajur, tetapi persoalan budaya manusia yang mendiami kota metropolitan tersebut. Masyarakat Jakarta tidak menganggap kemacetan lalu-lntas sebagai sebuah masalah.
Lihatlah, para pengguna mobil pribadi tidak surut minatnya membawa kendaraan hanya karena jalanan macet. Lihat juga joki-joki di ujung jalur 3in1 yang laku keras bahkan menjadi mata pencaharian. Mereka semua tak peduli kalau kebijakan itu tujuannya untuk mengurangi peredaran mobil pribadi.
Ketika seseorang terjebak kemacetan, ia hanya cukup sedikit ngedumel kemudian mendengarkan siaran radio atau televisi, tanpa menurunkan minat mereka untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi. Alasannya juga masuk akal, naik kendaraan umum sangat tidak nyaman dan sering terjadi tindak kriminalitas.
Memang, salah satu penyebab kemacetan Jakarta adalah karena kurangnya ruang untuk jalan (hanya 6,2%, di kota metropolitan negara lain 13-15%). Namun jika tidak ada perubahan perilaku pada masyarakat yang beraktivitas di pusat pemerintahan Indonesia ini, penambahan jalan hanya akan membangkitkan semangat untuk menambah mobil baru.
Jika persoalan budaya masyarakat penghuni Jakarta dapat diarahkan untuk lebih meminati menggunakan moda transportasi umum, sangat mungkin kemacetan itu akan terkurangi. Maka, perbaikan sarana transportasi umum merupakan kebutuhan mutlak, disamping juga mungkin harus ada sedikit pemaksaan pengurangan jumlah kendaraan yang beredar, antara lain mialnya dengan dimahalkannya biaya parkir atau ditinggikannya pajak kendaraan pribadi.
Namun semua itu adalah pilihan. Jika Pemerintah menganggap kemacetan Jakarta dianggap masalah krusial, tentunya bukan sekedar himbauan-himbauan saja yang dilakukan tetapi dengan aksi nyata dan tegas. Termasuk tegas memerintahkan pada pegawai pemerintah untuk tidak membawa mobil sendirian ketika berdinas atau akan berdinas.

sumber:http://sosbud.kompasiana.com/2012/05/10/kemacetan-jakarta-adalah-masalah-budaya-456243.html